Inovasi KALBU HATI (Kawal Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi)
Inovasi KALBU HATI (Kawal Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi)
Puskesmas Kutowinangun terus berkomitmen menekan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi melalui program inovatif KALBU HATI (Kawal Ibu Hamil dengan Risiko Tinggi). Berdasarkan SOP resmi nomor SOP/KII/001/2025, program ini difokuskan pada deteksi dini serta penanganan komprehensif bagi ibu hamil yang memiliki faktor risiko kesehatan.
Sistem pelacakan dan koordinasi berlapis yang melibatkan poli KIA, bidan desa, dokter penanggung jawab, hingga kader kesehatan kini telah berjalan aktif. Alur kerja KALBU HATI memastikan setiap temuan kasus dari masyarakat maupun layanan klinis langsung dilaporkan melalui koordinasi digital untuk segera diintervensi oleh bidan desa sesuai dengan standar penanganan jenis risikonya masing-masing.
Berdasarkan data pemantauan terbaru di wilayah kerja Puskesmas Kutowinangun, terdapat puluhan ibu hamil berisiko yang saat ini sudah masuk dalam pengawasan ketat. Tercatat ada 88 ibu hamil dengan kondisi Anemia yang tengah mendapatkan penanganan khusus untuk memulihkan kesehatan mereka. Selain itu, petugas juga memantau ketat 54 ibu hamil dengan kondisi MAP (Mean Arterial Pressure) demi mengantisipasi adanya gangguan hemodinamik.
Sektor kecukupan gizi dan pertumbuhan janin juga menjadi prioritas intervensi. Sebanyak 21 ibu hamil terdeteksi mengalami KEK (Kekurangan Energi Kronis) akibat asupan nutrisi yang kurang, serta 11 kasus KMK (Kecil Masa Kehamilan) yang menandakan adanya hambatan pada pertumbuhan janin. Seluruh kondisi ini terus dipantau secara berkala dan dicatat dalam kohot ibu hamil oleh bidan desa.
Melalui sinergi yang kuat antara unit pelayanan KIA, Klaster 2, dan para kader di lapangan, tingkat kepatuhan pelayanan (Compliance Rate) ditargetkan dapat berjalan optimal. Langkah preventif yang terukur ini diharapkan dapat mencegah terjadinya komplikasi berat sedini mungkin, sekaligus memastikan keselamatan ibu dan bayi di Kecamatan Kutowinangun.
