Puskesmas Kutowinangun Berpartisipasi pada Acara Bina Keluarga Balita (BKB) Pelatihan Pembuatan Menu MPASI di Desa Kaliputih
Puskesmas Kutowinangun Berpartisipasi pada Acara Bina Keluarga Balita (BKB) Pelatihan Pembuatan Menu MPASI di Desa Kaliputih
Puskesmas Kutowinangun — Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) melalui pelatihan pembuatan menu Makanan Pendamping ASI (MPASI) dilaksanakan di Desa Kaliputih sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam menyiapkan makanan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari 10 kader, 18 ibu balita, 1 ahli gizi, dan 1 bidan. Acara diawali dengan sambutan Kepala Desa Kaliputih yang menyampaikan dukungan terhadap kegiatan BKB sebagai salah satu upaya meningkatkan pengetahuan keluarga dalam pemenuhan gizi balita.
Selanjutnya, bidan memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan kegiatan serta pentingnya pemberian MPASI yang tepat sesuai usia dan kebutuhan anak. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman ibu balita mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini.
Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan menu MPASI yang dibagi menjadi tiga kelompok. Setiap kelompok mempraktikkan pembuatan menu yang berbeda, yaitu kroket kentang, sup bola-bola daging, dan puding roti tawar. Melalui praktik ini, peserta diajak mengenal berbagai pilihan olahan makanan yang dapat menjadi inspirasi dalam menyusun menu bagi balita.
Setelah praktik memasak selesai, setiap kelompok mempresentasikan hasil olahannya. Ahli gizi kemudian memberikan penjelasan terkait kandungan gizi, pemilihan bahan makanan, serta pentingnya penyajian makanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang balita.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan bersama melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Selain menjadi kesempatan untuk menikmati hasil olahan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan antara ibu balita, kader, dan tenaga kesehatan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan ibu balita dan kader semakin memahami pentingnya pemberian MPASI yang bergizi, beragam, dan sesuai usia anak. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah makanan, keluarga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung tumbuh kembang balita yang sehat dan optimal.
